Tampilkan postingan dengan label Tips Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Guru. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

Bagaimana Mengajar Siswa Kelas I SD?

Untuk rekan guru yang mengajar di kelas I SD, apakah ilustrasi di bawah ini juga terjadi di kelas Anda:
Bu Guru sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas. Ada anak yang menangis karena diganggu teman di sebelahnya. Guru mendekati anak yang menangis memintanya untuk diam, sekaligus mengingatkan anak yang mengganggu agar tidak mengulangi perbuatannya.
Anak-anak lain (yang merasa tidak diperhatikan guru) mulai berjalan-jalan meninggalkan tempat duduknya, ada juga yang mengganggu teman-temannya. Guru meminta anak yang berjalan-jalan agar kembali duduk di tempatnya semula.
Tetapi, suasana kelas menjadi semakin ribut karena anak-anak yang lebih besar justru mulai bertengkar dengan anak-anak lain. Kalau situasi di kelas Anda seperti yang digambarkan di atas, apa yang Anda lakukan?

Butuh Kesabaran Tingkat Tinggi

Bagi sebagian besar guru SD, mengajar kelas I merupakan tugas yang amat berat. Pasalnya, tugas ini membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dalam pelaksanannya agar berhasil.
Jika mengajar di kelas tinggi guru dapat berkonsentrasi ke arah pencapaian tujuan pembelajaran secara cepat, di kelas I para guru harus lebih bersabar. Pembelajaran yang berkualitas penting, namun pendidikan bagi siswa kelas I SD jauh lebih penting.
Ya, siswa kelas I SD memang masih sangat terpengaruh dengan situasi rumah, dengan penuh kemanjaan, dan sangat riskan apabila guru melakukan kesalahan (baik ucapan maupun tindakan). Bukan karena kesalahan guru akan mendapatkan protes dari siswa (mana berani siswa kelas I SD protes kepada gurunya?) melainkan kesalahan ini akan dibawa dan berpengaruh pada kehidupan siswa hingga dewasa.
Misalnya dalam proses pembelajaran. Siswa kelas I yang rata-rata masih polos akan mengalami kesulitan mengikuti proses pembelajaran apabila guru menerapkan model pembelajaran yang membutuhkan keseriusan. Di sisi lain, guru juga akan mengalami kesulitan mencapai tujuan pembelajaran apabila hanya mengikuti kemauan siswa yang nota bene masih suka bermain dan tidak bisa duduk tenang di tempat duduknya. Akibatnya, proses pembelajaran cenderung gagal dalam artian guru tidak bisa memenuhi kebutuhan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Bagaimana cara mengatasinya? Upaya yang harus dilakukan guru adalah mengemas keseriusan belajar dalam permainan sehingga tidak terkesan serius oleh siswa. Ya, guru perlu kreatif dalam memanipulasi kegiatan pembelajaran agar tampak oleh siswa sebagai sebuah “permainan besar” yang menarik untuk diikuti.
Ini bukan persoalan mudah. Guru perlu banyak belajar dari siswa. Apa yang membuat siswa gembira, bagaimana dominasi indera belajar mereka, tema apa yang cocok untuk menyajikan materi pelajaran tertentu, siapa yang bisa menjadi pemimpin kelompok, siapa yang sudah berani mengekspresikan diri dan siapa pula yang masih takut-takut?
Semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas diinventarisasi, dianalisis, untuk kemudian dijadikan acuan dalam penyusunan rencana pembelajaran.

Penanaman Disiplin Siswa Kelas I SD

Kaitannya dengan penanaman disiplin, guru harus pula memastikan bahwa disiplin itu bukan sesuatu yang membosankan atau menakutkan. Disiplin adalah kebutuhan. Sebab itu penanamannya harus benar-benar sesuai dengan dunia anak.
Sanksi diberikan kepada yang melanggar, namun pemberian sanksi harus menjadikan siswa menyadari bahwa apa yang dilakukan harus bermanfaat bagi dirinya dan bagi teman lain.
Misalnya siswa tidak bisa duduk tenang ketika pelajaran di kelas (ini biasa terjadi), dalam hal ini guru perlu berhenti sejenak, menunggu siswa duduk kembali. Sampaikan kepada anak-anak bahwa bapak atau ibu guru senang jika anak-anak duduk dengan rapi ketika proses pembelajaran berlangsung.
Atau ubah strategi pembelajaran yang memungkinkan anak-anak bisa berdiri atau berjalan-jalan ketika proses pembelajaran.

Selasa, 01 November 2011

Beberapa Cara Menjadikan Anak Jenius


Sebagai orang tua tentu kita mengharapkan anak kita tumbuh dengan baik dan punya daya fikir yang jenius. Para pakar menyatakan, sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan.


Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan

Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 - 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak

Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik.
Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai "guru pribadi".


Berikut adalah beberapa cara agar anak kita bisa menjadi lebih jenius.

1. Belajar Musik
Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.
2. Beri ASI (Air Susu Ibu)
Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.
3. Kesehatan Anak
Tim peneliti dari University of Illinois telah membuktikan hubungan antara kesehatan dan pelajaran anak di sekolah. Penelitian dari Oppenheimer Funds malah menunjukkan bahwa olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.
4. Permainan Anak
Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat
meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak Junk Food
Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.
6. Menumpuk Rasa Ingin Tahu
Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.
7. Perbanyak Membaca
Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.
8. Biasakan Makan Pagi
Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.


Sumber: kafeilmu.com



Selasa, 27 September 2011

Guru Kreatif, Siswa Senang



Guru-guru yang mengutamakan kepentingan anak-anak dalam belajar harus mampu mendorong suasana belajar kreatif dan menyenangkan. Dengan menciptakan suasana belajar tanpa tekanan dan melibatkan peran serta anak didik, pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermanfaat bagi peserta didik.

Demikian terungkap dari perbincangan dengan sejumlah guru Matematika dan Sains tingkat SD dari berbagai Indonesia dalam acara Indonesian Science Festival 2009 di Jakarta, Minggu (2/8). Mereka mengembangkan alat dan metode belajar Matematika dan Sains yang sederhana dan dikemas dalam permainan untuk membantu siswa yang kesulitan memahami pelajaran yang harus dikuasai siswa. Kegiatan dilaksanakan pada 1-5 Agustus di Hotel Bumikarasa Bidakara.

M Mustofa, guru SDN Sapikerep 1, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengatakan siswa SD sulit belajar perkalian dan pembagian jika pembelajaran dilakukan dengan cara konvensional yakni menghafal. Akibatnya, banyak siswa kelas VI sekalipun yang tidak hafal perkalian dan pembagian.

Berangkat dari tanggung jawab sebagai pendidik yang mesti bisa membantu siswa paham dengan pelajaran, Mustofa pun berusaha menciptakan metode menghafal perkalian dan pembagian yang tidak membuat siswa stres. Sejak tujuh tahun lalu, Mustofa memanfaatkan kartu domino sebagai sarana belajar.Setiap kartu domino dibagi menjadi dua bagian yakni jawaban dan soal perkalian atau pembagian. Siswa mesti menemukan soal dan jawabannya di kartu domino lainnya.

"Karena sifatnya permainan, anak-anak jadi senang. Dalam seminggu mereka bisa hafal perkalian. Jam istirahat pun mereka bisa bermain sambil belajar," katanya.

Mustofa hanyalah satu dari 20 guru Matematika SD lainnya yang dinilai layak berkompetisi secara nasional. Guru-guru kreatif lainnya juga mampu menciptakan cara belajar Matematika yang asyik, seperti memanfaatkan catur, belajar berhitung sambil bernyanyi, hingga ada yang memakai cara lomba lari estafet perkalian membawa kelereng.

Di bidang sains, M Hadi, guru SDN 28 Cakranegara, Nusa Tenggara Barat, memakai kaleng roti, bola pimpong, dan bola plastik untuk membuat siswa SD paham konsep terjadinya gerhana bulan dan matahari.

"Guru mesti bisa mengajarkan hal-hal yang abstrak menjadi nyata buat siswa. Cara belajar seperti itu sangat memudahkan siswa untuk memahami yang rumit dengan cara yang sederhana," kata Hadi.

Menurut Hadi, guru Indonesia sebenarnya mampu untuk kreatif menyampaikan materi pelajaran. Mereka hanya perlu didorong dan dihargai, sehingga semangat untuk memberikan yang terbaik buat siswa bisa tumbuh dalam diri setiap guru.

"Seringkali dalam pelajaran sains, pemerintah memberi alat-alat yang mahal dan rumit. Kalau rusak, guru nggak mengerti memperbaikinya. Yang ada alat-alat itu jadi mubazir. Yang perlu didoorng bagaiaman guru bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar sebagai alat belajar," kata Hadi.

Pada acara Indonesian Science Festival yang dilaksanakan 1-5 Agustus itu, siswa dari berbagai SD di Indonesia juga ditantang untuk bisa menampilkan buah karya dalam bidang sains dan matematika. Kreativitas mereka untuk memanfaatkan sains dalam memecahkan masalah ternyata cukup mengagumkan.

Para siswa SD itu antara lain mampu untuk membuat jebakan tikus listrik, alat deteksi gempa bumi, atau penggiling sambal sederhada. Di bidang Matematika, ada siswa SD yang mampu menciptakan cara untuk mencari bilangan prima 1-100 dengan mudah, ular tangga Matematika, atau tabel penyederhanaan pecahan. (Sumber: Kompas.com)

Mengajarkan Disiplin Tanpa Teriakan – Mungkinkah?


“Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan tanpa pengorbanan mulia adanya
Berpeganglah tangan satu dalam cita demi masa depan Indonesia Jaya.”
Rangkaian kata-kata di atas merupakan bagian dari lirik lagu berjudul “Indonesia Jaya”, yang biasa saya gunakan untuk memotivasi siswa belajar dan bekerja lebih giat demi mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Ya, anak-anak sekarang memang banyak yang lebih memilih JALAN PINTAS ketimbang mencapai sesuatu melalui proses yang benar (dengan konsekuensi lebih ruwet, lebih berat, lebih menderita!). Tidak percaya? Cobalah amati anak-anak kita ketika dihadapkan pada suatu persoalan. Mereka lebih cepat menjawab dengan kata-kata “TIDAK BISA”, “TIDAK SANGGUP”, “BERAT”, atau semacamnya.
Jawaban-jawaban dengan nada seperti disebutkan di atas itu menunjukkan bahwa mereka “enggan” mengikuti proses yang benar. Ini berbahaya jika dibiarkan menjadi kebiasaan, yang pada gilirannya akan mewarnai atau bahkan membentuk watak mereka.
Kepada mereka perlu diajarkan bahwa hidup itu bukan sekadar apa yang diinginkan harus terwujud. Mereka perlu tahu bahwa untuk mencapai sesuatu harus ada upaya yang dilakukan. BUKAN GRATIS! Intinya, harus ada pertukaran antara apa yang diinginkan dengan apa yang dilakukan untuk mencapai keinginan itu.
Misalnya, untuk mendapatkan nilai baik di sekolah pertukaran yang harus dilakukan adalah belajar giat dan tekun — bukan nyontek pekerjaan teman! Begitu pula untuk capaian-capaian lainnya. Jadi, untuk mendapatkan keberhasilan seseorang harus melakukan sesuatu secara benar sehingga tidak merugikan pihak lain secara tidak wajar.
Apa hubungannya dengan pengajaran disiplin? Di mata sebagian masyarakat, disiplin itu identik dengan sesuatu yang “berat”, “monoton”, “membosankan” dan semacamnya sehingga orang cenderung tidak mematuhinya. Mereka lebih memilih yang asyik-asyik saja, bukan yang sulit.
Padahal, dari disiplin itulah manusia akan menjadi pribadi yang bisa mencapai keberhasilan secara benar — integritas, karakter — dan, terhormat. Sebab itu, disiplin harus diajarkan dan dilatihkan sehingga menjadi pengalaman yang mempribadi kepada siswa.
Tentu saja, karena pengajaran disiplin ini berada dalam ranah pendidikan, maka pelaksanaannya pun harus mengacu pada nilai-nilai pendidikan. Artinya, dalam pengajaran disiplin itu sebisa mungkin dihindari pemberian sanksi berupa “hukuman” (fisik maupun psikis) bagi siswa yang melanggarar. Lebih penting adalah bagaimana para guru menjadikan nilai-nilai kedisiplinan itu sebagai milik siswa, sehingga mereka merasa butuh untuk melaksanakannya.
Apabila cara yang dilakukan guru dalam mengajarkan disiplin bisa dilakukan seperti yang disebutkan terakhir di atas, maka pengajaran disiplin tanpa teriakan adalah mungkin! Bisa dilakukan! Kuncinya ada pada guru.
Ketulusan, rasa syukur menjadi orang yang berkesempatan mewarnai kehidupan anak-anak, harapan yang tinggi untuk keberhasilan siswa di masa depan adalah ramuan yang menguatkan niat para guru untuk berbuat terbaik demi siswa.
Ya, demi siswa. Bukan demi ego guru. Sebab itu guru tidak perlu melakukan “kekerasan” kepada siswa dengan memberikan hukuman bagi pelanggaran disiplin di sekolah. Sanksi boleh, tetapi hukuman jangan!
Sumber: gurusukses.com

Cara Mengatasi Agar Siswa Tidak Ribut Dalam Pembelajaran


Tulisan ini saya buat untuk memberikan tambahan informasi kepada teman yang mencari informasi tentang hal yang sama. Bagaimanaa mengatasi agar siswa tidak ribut dalam pembelajaran?
Dalam konsep pembelajaran kuantum kita mengenal prinsip bahwa semuanya bertujuan. Ini berarti bahwa dalam proses pembelajaran harus diupayakan agar semuanya bertujuan bagi terselenggaranya pembelajaran yang efektif, baik yang terkait dengan komunikasi maupun benda-benda di kelas.
Siswa ribut biasanya ada sesuatu yang tidak beres dengan proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru. Atau, ada sesuatu yang lebih menarik bagi siswa dibanding proses pembelajaran. Itu sebabnya, maka hal yang membuat siswa lebih tertarik itu harus didayagunakan untuk mendukung proses pembelajaran.
Guru harus mampu membaca suasana hati siswa ketika mengajar, kemudian menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan suasana hati siswa. Ini penting, agar proses pembelajaran berlangsung mulus.
Idealnya, guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan suasana hati setiap siswa di kelas. Namun ini agaknya tidak mungkin. Oleh karena itu cukuplah jika guru menyesuaikan proses pembelajaran dengan suasana hati sebagian besar siswa di kelas.
Bagaimana caranya? Pertama, masukilah dunia siswa. Guru dapat memasuki dunia siswa dalam pembelajaran melalui pertanyaan pancingan yang mengarah pada sesuatu yang sedang menjadi topik perbincangan siswa. Atau, guru mencermati apa yang sedang menarik perhatian siswa, kemudian membicarakan sesuatu yang menarik dari apa yang diperhatikan siswa tersebut. Sebentar saja. Tujuannya adalah untuk membawa siswa kepada pelajaran.
Selanjutnya, cari hubungkan apa yang diperbincangkan tadi dengan materi pelajaran, sehingga siswa memberikan perhatian kepada pelajaran. Jangan dipaksakan! Jika sebentar saja perhatian siswa kembali ke hal di luar pelajaran, maka berarti pelajaran hari itu memang tidak menarik bagi siswa.
Dalam situasi seperti ini guru harus cerdas dan kreatif untuk mengubah pelajaran yang tidak menarik itu menjadi menarik bagi siswa. Temukan, apakah karena metode yang tidak tepat, materi yang terlalu sulit, komunikasi yang monoton tidak menginspirasi, atau karena tidak digunakannya media pembelajaran yang sesuai.
Apabila sudah ditemukan penyebab tidak menariknya pelajaran bagi siswa (kalah menarik dibandingkan dengan situasi di luar kelas), maka segera temukan solusinya, dan terapkan dalam pembelajaran. Anda akan menemukan bahwa sebenarnya tidak sulit mengelola situasi di kelas agar fokus pada pembelajaran ketika kita memang sudah mencintai pekerjaan kita, mencintai murid-murid kita, dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan dan keberhasilan murid-murid kita.
Sumber: gurusukses.com

Tiga Hal Bisa Mempercepat Proses Belajar Siswa


Alkisah, seorang psikiater berkebangsaan Bulgaria bernama Georgi Lozanov, melakukan eksperimen menyembuhkan pasiennya dengan musik barok dan pemberian sugesti positif mengenai kesembuhan.
Apa yang dilakukan oleh ahli psikiatri tersebut membawa hasil yang gemilang. Si pasien mengalami kemajuan besar dan sembuh.
Keberhasilan menyembuhkan pasien dengan musik dan sugesti tersebut membawanya langkah yang lebih jauh. Lozanov mengira bahwa metode ini juga dapat diterapkan pada pendidikan.
Dengan disponsori pemerintah Bulgaria, dia melakukan penelitian mengenai pengaruh musik dan sugesti positif pada pembelajaran, dengan menggunakan bahasa asing sebagai subjek.
Dia mendapati bahwa kombinasi musik, sugesti, dan permainan kanak-kanak memungkinkan pelajar untuk belajar jauh lebih cepat dan jauh lebih efektif.
Keberhasilan Georgi Lozanov dalam penyembuhan dan (khususnya pembelajaran) tersebut akhirnya menyulut imajinasi guru bahasa dan pendidik di mana-mana untuk melaksanakan proses pembelajaran secara lebih baik.
Pelajaran yang bisa dipetik dari cerita di atas adalah bahwa ketenangan (rasa tenang dan nyaman), keyakinan, dan gairah dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Inilah yang saya sebutkan dalam judul sebagai tiga hal yang mempercepat proses belajar siswa. Ketiga hal tersebut adalah: kenyamanan, keyakinan, dan gairah. Bagaimana penjelasannya?
Musik barok adalah musik klasik, yang jika diputar, bisa menenangkan suasana hati si pendengarnya. Sugesti positif bisa membangun rasa percaya diri dan menguatkan keyakinan seseorang bahwa dirinya mampu untuk berhasil.
Sedangkan permainan kanak-kanak, jelas ini adalah untuk memberikan kegembiraan dan semangat bagi para pelakunya. Semangat ini akan melipatgandakan usaha.
Dengan rasa nyaman didukung dengan keyakinan yang kuat akan keberhasilan serta usaha yang sungguh-sungguh, maka seorang siswa akan bisa melakukan tugas belajarnya dengan efektif dan efisien.
Artinya, siswa yang belajar dalam kondisi nyaman dan yakin bahwa dirinya bisa berhasil, ditambah dengan usaha maksimal, maka hasilnya pun akan maksimal.
Sumber: gurusukses.com

Pahami Trik Mengajar di Kelas


Memasuki ruang kelas merupakan perjalanan yang sangat penting. Setiap mata yang ada dalam ruang kelas akan tertuju pada Anda. Mereka akan mengawasi, membentuk opini dan menciptakan asumsi.
Bagaimana Anda memaksimalkan Momen ini? Masukilah ruangan dari sisi kiri pendengar. Hal ini mengakibatkan mata dan kepala siswa bergerak ke arah kiri, dan dengan demikian merangsang otak belahan kanan yang tidak bersifat menghakimi untuk bekerja.
Apabila kebetulan pintu ruang kelas tidak berada di sisi kiri pendengar, maka segeralah Anda mengambil posisi persis di sisi kiri siswa, menyapa siswa Anda, dengan penuh kehangatan.
Ini kiat yang halus tapi sungguh mujarab. Dengan memasuki ruangan dari sisi kiri atau menyapa dulu dari sisi kiri siswa Anda akan mempunyai sedikit waktu ekstra dalam membukakan pikiran sebelum pendengar menilai secara kritis.
Tampakkan sikap percaya diri dan antusiasme. Yang pertama diamati siswa adalah postur Anda. Mengapa? Indra terkuat adalah mata.  Rute saraf dari mata ke otak 25 kali lebih besar dibandingkan dengan rute saraf dari telinga ke otak.  Siswa dapat mengetahui apa yang Anda rasa dan pikirkan dari gerakan dan cara Anda berdiri. Sebelum melakukan pengajaran, tampakkanlah sikap percaya diri, antusiasme, dan kesungguhan sepenuhnya.
Tariklah nafas panjang. Keluarkan segenap pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang menjadi dasar kepercayaan diri Anda. Tersenyumlah, dan biarkan tubuh Anda mengekspresikan kondisi batiniah Anda. Pendengar menangkap apabila ada kegelisahan, atau ketidaknyamanan yang remeh sekalipun dalam sikap Anda.
Dengan melakukan persiapan sedemikian rupa membuat Anda secara fisik maupun mental siap memasuki tahap belajar. Dengan asumsi bahwa Anda benar-benar sudah menguasai materi pelajaran yang hendak diajarkan, maka yang pertama-tama Anda lakukan adalah menuntun siswa menjangkau kondisi alfa, terapkanlah Sikap belajar, menanyakan siswa soal kaji ulang dan pelajaran minggu lalu, menjelaskan materi teori singkat dengan peta pikiran, menyarankan siswa mencatat dengan catatan tulis susun, mengerjakan soal kaji latih diskusi di luar kelas, membuat PR kaji ulang, istirahat dan diskusi di luar kelas.
Selain itu lakukanlah kontak mata dengan satu orang selama 3 hingga 5 detik. Kemudian lihatlah wajah yang lain dan sepasang mata yang lain. Tataplah kepada mereka, berbicara-lah kepada mereka.
Dengan melakukan kontak mata, sama dengan memperlihatkan bahwa Anda tertarik, bukan saja kepada substansi Anda, melainkan juga kepada mereka sebagai manusia. Pendengar ingin selalu diperhatikan dan dilibatkan, seperti dalam percakapan.
Menjelang awal mengajar, Anda dapat menceritakan kejadian pribadi yang berkaitan dengan topik pelajaran.  Otak berkomunikasi dalam bahasa metaforis-simbolis. Otak menyimpan informasi sebagai citra (image) assosiatif, serta menyusun makna berdasarkan citra yang dibuatnya.
Bisa saja Anda lupa tentang apa yang hendak Anda katakan. Hal ini bisa saja terjadi pada presenter yang handal sekalipun. Jika ini terjadi, tariklah nafas panjang, bergeraklah dari tempat Anda.
Ketika Anda bergerak, tubuh Anda akan menggerakkan otak Anda dan me-nyentakkan ingatan Anda. Terhadap persepsi siswa, Anda bagi mereka cuma mengubah posisi.
Hapallah nama siswa Anda dengan baik. Selama mengajar, manfaat-kanlah nama-nama itu, mungkin dalam contoh-contoh, atau menye-but nama yang bersangkutan dalam obrolan atau diskusi.
Tidak hanya orang yang Anda hapal namanya yang merasa tersanjung. Yang lain juga, dengan anggapan bahwa Anda pasti menghapal nama mereka juga. Namun, hindarilah menyebut nama seorang, dua, atau tiga orang saja selama mengajar untuk menghindari rasa kurang simpatik dari siswa yang lainnya.
Istirahat pendek setiap 20 menit dapat meningkatkan perhatian dan memori. Jeda singkat juga dapat menghidupkan suasana hati Anda sekaligus dapat memperkuat apa yang telah dipelajari.
Pujian dapat memberikan semangat, kegembiraan, dan mendorong keinginan belajar siswa. Memuji, sama dengan memberikan pengakuan. Me-nerima pengakuan menjadikan siswa percaya diri, bangga, dan bahagia
Suguhkan sugesti yang positif. Penting sekali siswa memahami bahwa belajar itu adalah proses untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. (*)
Sumber: hariansumutpos.com

Rabu, 25 Mei 2011

Tips dan Trik Belajar untuk Menghadapi Ujian


Belajar merupakan hal yang wajib dilakukan oleh para pelajar dan mahasiswa. Belajar pada umumnya dilakukan di sekolah ketika jam pelajaran berlangsung dibimbing oleh Bapak atau Ibu Guru. Belajar yang baik juga dilakukan di rumah baik dengan maupun tanpa pr / pekerjaan rumah. Belajar yang dilakukan secara terburu-buru akibat dikejar-kejar waktu memiliki dampak yang tidak baik.
Berikut ini adalah tips dan triks yang dapat menjadi masukan berharga dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi ulangan atau ujian :
1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan menargetkan yang yang nomor satu jika saat ini kita masih di luar 10 besar di kelas. Buat rencana belajar yang diprioritaskan pada mata pelajaran yang lemah. Buatlah jadwal belajar yang baik.
4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Contohnya seperti belajar tepat waktu dan serius tidak sambil main-main dengan konsentrasi penuh. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Bermain dengan teman atau game dapat merusak konsentrasi belajar. Sebaiknya kegiatan bermain juga dijadwalkan dengan waktu yang cukup panjang namun tidak melelahkan jika dilakukan sebelum waktu belajar. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah.
5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Semakin banyak ditanya maka kita dapat semakin ingat dengan jawaban dan apabila kita juga tidak tahu jawaban yang benar, maka kita dapat membahasnya bersama-sama dengan teman. Selain itu
6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar Berlebihan
Jika waktu ujian atau ulangan sudah dekat biasanya kita akan panik jika belum siap. Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak.
8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Semoga tips cara belajar yang benar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, amin
Sumber: organisasi.org

Sukses Berkat Dunia Maya


Profesi saya adalah pengawas sekolah SMA/SMK di Kota Mungil di tengah-tengah Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Dompu, NTB, yang penuh dengan segala keterbatasan. Internet baru bisa diakses dengan baik mulai tahun 2009, itu pun sangat terbatas. Bisa dibayangkan apa yang terjadi sebelum tahun 2009 itu. Guru-guru, kepsek, dan pengawas sekolah yang memahami IT sangat langka saat itu. Praktis pekembangan dunia pendidikan di luar hanya bisa diikuti melalui koran yang yang boleh dibilang sudah basi.
Sebagai seorang pengawas, aku dituntut untuk membina, memantau, dan menilai kinerja guru saat itu. Keterbatasan selalu menghantu pikiranku. Apa yang bisa aku lalukan? Sementara guru-guru dan kepsek binaanku saat itu membutuhkan teman kolaborasi.
Aku melihat setelah dua tahun KTSP diberlakukan, pendidikan di daerah ini masih tidur pulas, belum juga bangun dari tidur panjangnya. Hasil UN selalu berada pada posisi juru kunci dari 9 kabupaten/kota se-NTB. Politik pun merasuk ke dunia pendidikan. Bongkar pasang guru dan kepala sekolah bukan rahasia lagi. Akibatnya program pendidikan tidak bisa dibedakan lagi mana ujung dan pangkalnya. Namun, aku berpikir positif, mutasi adalah sebuah kebijakan untuk mencapai kualitas.
Singkat cerita, aku harus berbuat sesuatu. Menguasai IT dan internet dan berselancar di dunia maya kata orang akan mendapatkan informasi yang tidak terbatas. Satu bulan aku kursus manual IT dan internet, Alhamdulillah sukses.
Tepatnya 8 januari 2010, pas hari ulang tahunku, aku pertama kali mengenal dunia maya. Aku mulai buka google dan mengetik huruf ‘Akh’, maksudku aku mau nulis ‘akhirnya aku berhasil’. Tapi, keburu yang nongol ‘AkmadSudrajat’, ya aku mulai masuk ke situ.
Ternyata, isinya sebuah blog pendidikan. Aku belum kenal apa itu blog. Wah, aku sempat tercengang, berdecak kagum luar biasa. “Kenapa tidak sejak dulu,” teriak ku keras. Tanpa sadar sempat membuat orang yang lagi belajar di warnet tertawa.
Yang pertama aku baca adalah sebuah tulisan motivasi sukses, aku sudah lupa siapa penulisnya. Ringkasan tulisan itu seperti ini:
Sukses merupakan suatu perjalanan, bukan tujuan. Kesuksesan adalah suatu perjalanan yang menciptakan nilai tambah untuk diri sendiri dan masyarakat sekitar dalam rangka menuju kehidupan bahagia di alam setelah dunia. Kapal yang berlabuh di pelabuhan memang aman, namun bukan itu tujuan dibuatnya kapal. Sukses sejati berpijak pada roadmap kehidupan sejati. Untuk apa aku hidup?

Mengapa banyak orang gagal? Tidak ada tujuan hidup, tidak bertanggung jawab atas tindakannya, malas, manajemen waktu lemah, kurang pengembangan diri, tidak ada komitmen untuk sukses, kurangnya hubungan antarmanusia, dan semacamnya.
Dengan indikator sebagai berikut: masa lalu tidak = masa depan, tidak ada kata kegagalan hanya ada keberhasilan, bertanggung jawab atas kehidupan, semua yang terjadi adalah yang terbaik, kalau saya mau saya pasti bisa, tidak ada kesuksesan tanpa komitmen, orang yang sukses tidak pernah putus asa, yakinlah bahwa hidup di dunia ini tak ada yang abadi, kita dapat menoleh terhadap mereka yang ‘berdaya juang’ mencapai sukses sejati:
1.Sylvester Stallone, untuk memasarkan Rocky dia ditolak 1855 kali
2.Thomas Alfa Edison dalam proses menciptakan bola lampu gagal 9999 kali. “Aku tidak gagal katanya, malah aku berhasil membuktikan bahwa 9.999 jenis bahan mentah itu tidak bisa dipakai. Dia berkata “Aku akan meneruskan percobaan ini sampai menemukan bahan yang cocok.”
3.Walt Disney mengajukan proposal “Disneyland” kepada bank-bank di Amerika Serikat ,ia ditolak sebanyak 302 kali.
4.Sebelum menemukan elemen radium, penelitian Marie Curie gagal sebanyak 48 kali. “Sesungguhnya perlu 100 tahun lagi untuk menemukan elemen ini,” katanya semangat dan optimis. Tidak ada kata pesimis sedikitpun dalam berjuang. “Dan selama saya masih hidup saya tidak akan menghentikan penyelidikan ini”. Luar Biasa !!!!!!!!!!.
Meniti sukses itu dambaan semua manusia yang berpikir. Karena itu: Pahami Hakikat Diri, Buang Believe yang Salah & Kontraproduktif, Tingkatkan Valensi Diri, Tetapkan Arah & Tujuan, Tancapkan Doa, Optimalkan Ikhtiar, Sertakan Tawakkal, Masuklah dalam lingkungan yang kondusif, Bila belum dapati sukses, ingat HUHUtTE.
Tuliskan Kontrak kesepakatan terhadap diri kita sendiri
1.Kekuatan saya adalah..................................
2.Kelemahan yang harus segera saya ubah adalah ...........................
3.Karier atau bisnis yang paling menarik bagi saya adalah ...................................
4.Ilmu pengetahuan dan keahlian yang harus saya kuasai adalah................................
5.Seminar dan buku yang harus saya ikuti dan baca dalam enam bulan ini adalah ..............................
6.Orang-orang sukses yang harus saya kenali adalah...........................................
7.Visi dan Misi saya adalah ............................
8.Perubahan yang harus dilakukan sekarang adalah...........................................
9.Prinsip kesuksesan utama saya adalah ....................................................................
10.Komitmen sukses saya adalah....................................................


Berkat itu semua aku semakin termotivasi untuk mengembangkan diri agar tidak di gelari “Pengawas adalah tempat parkir guru yang bermasalah dan tempat perpanjang usia pensiun”. Karena aku pikir tupoksi pengawas tidak demikian. Malahan Pekerjaan sebagai pengawas menurut aku paling berat dibandingkan guru dan kepala sekolah kalau benar-benar melaksanakan tupoksi pengawas.
Setiap hari pengawas harus turun ke sekolah mendampingi guru keluar masuk kelas. Hasilnya didiskusikan lagi melalui klinis. Itu hanya sebagaian kecil tugas pengawas di bidang akademik. Belum lagi berbicara pengawasan manajerial, berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain, dari kecamatan ke kecamatan lain. Selalu menjadi bahan diskusi teman teman bahwa pengawas termarjinalkan oleh regulasi pendidikan saat itu (sekarang tidak).
Internet sudah menjadi kebutuhan pokok saya dalam mencari informasi pendidikan. Download pun berjalan terus sampai aku beli hard disk eksternal yang kapasitasnya 700 GB untuk menampung semua info pendidikan, utamanya yang berkaitan dengan kebutuhan pengawas, guru, dan kepala sekolah.
Blog Akhmat Sudrajat saat itu menjadi favorit saya dan mulai berinteraksi dengan teman guru dan pengawas seluruh Indonesia, berdiskusi masalah pendidikan di forum pengawas. Blog Akhmad Sudrajat ibarat buka perawan di dunia maya. Ternyata beliauau adalah seprofesi dengan saya, yaitu pengawas BK di kabupaten/Kota Kuningan.
Alhamdulillah, berkat dunia maya, saya --tanpa mendapatkan diklat khusus KTSP-- saat itu sudah menfasilitasi kolaborasi dengan sekolah untuk MGMP, BIMTEK, masalah pembelajaran dan penilaian, khususnya menususn silabus dan RPP serta Penilaian.
Salah satu hasil binaan telah mengantarkan SMPN 1 Dompu satu-satunya sekolah di Kab.Dompu menjadi sekolah RSBI. Mulai 2009, aku sudah mulai kebanjiran panggilan diklat Dir PSMA, P4TK matematika, BAN, AIBEP, dll, sebagai momen yang tepat untuk mengembangkan diri.
Terinspirasi dengan blog Pak Akhmad Sudrajat, aku mulai membangun rumah maya untuk bisa menampung hasil diklat saya di Dir PSMA, Dir PSMP, BAN, AIBEP, dan produk hasil kegiatan tersebut serta beberapa tulisan/artikel saya. Aku pikir akan lebih bermanfaat bagi guru kalau saya bangun perpustakaan di dunia maya yang diberi nama http://www.suaidinmath.wordpess.com, yang sudah diakses oleh ratuasn ribun guru di seluruh Indonesia.
Blog saya ini sudah menjadi blog sahabat http://www.akhmadsudrajat.wordpress.com. Rupanya, tanpa aku sadari, blog yang aku buat ini ternyata membawa rezeki yang tidak disangka-sangka. Betapa tidak, di antara ribuan guru dan pengawas sahabatku, bahkan mahasiswa pengunjung blogku, pasti ada satu atau dua orang tiap hari atau minggu yang menelepon minta tolong bermacam macam. Ada yang minta bantuan gimana sebaiknya olah data PTK, misalnya, dan lain lain. Ada aja yang minta no rekening setelah selesai tugasnya.
Kemudian tahun 2010 aku juga mulai melirik Facebook. Aku melihat hamper 90% FB digunakan pada hal-hal yang kurang bermanfaat, apalagi aku lihat siswa dan mahasiswa jarang yang memanfaatkannya untuk diskusi pendidikan, diskusi tugas, dan lainnya.
Nah, aku lihat Facebook bagus untuk menarik perhatian teman guru yang hamper 90an % punya FB. Dengan FB yang aku beri nama Suaidin Dompu, aku membuat grup forum guru Indonesia. Hampir semua catatan diisi dengan masalah dunia pendidikan, demikian pula statusnya penuh dengan ajakan kepada guru untuk selalu mengembangkan diri dalam meraih sukses dalam proses pmebelajaran di sekolah. Alhamdulillah, hasilnya pas bulan Januri 2011, saya mendapat piagam penghargaan FACEBOOK INTERNATIONAL AWARD 2010.
Beberapa prestasi yang aku raih berkat pengembangan diri memalui dunia maya dan dikembangkan melalui diklat dan sebagainya:
1. Juara Lomba Pengawas Prestasi tk kabupaten, 2008, 2009
2. Juara II pengawas prestasi tk propinsi 2008
3. Juara I propinsi th 2009 (tp dianulir karena ada protes peserta lain karena sudah pernah juara 2 thn 2008). Padahal aturan itu hanya yang juara I saja yang tidak boleh ikut. Tapi Pak ketua PGRI Propinsi member jempol saya dengan sepatah kata “Anda Sang Juara Sejati.”
4. DC ( District Coordinator AIBEP Indonesia Australia) sekaligus sebagai Trainner.
5. Fasilitatir Pusat BIMTEK KTSP Dir-PSMA
6. Sekertaris Unit Pelaksana Akreditasi Sekolah sekeligus sebagai Assesor SMA
7. TIM MBS Kab.Dompu
8. TIM Pengembang Kurikulum Kab.Dompu
9. Pernah menjadi salah seorang pemakalah Seminar Nasional Implementasi dana Bos dalam meningkatkan Mutu Pemdidikan
10. Aktif ikut berdiskusi bersama teman guru di web KTI guru Online.
Suaidin, Pengawas sekolah SMA/SMK di Kota Mungil, Pulau Sumbawa, Kabupaten Dompu, NTB

Sumber: id.berita.yahoo.com